10 Perjalanan Berbahaya Anak-anak Pergi Bersekolah di Dunia

Kita Bagi Informasi - Pergi ke Sekolah adalah hal menyenangkan bagi Kita, diperjalanan Kita dapat menemukan hal baru, bercanda tawa dengan teman-teman, ataupun hal lainya yang membuat Kita senang dan perjalanan ke sekolah pun terasa menyenangkan walau jarak yang ditempuh cukup jauh.

Perjalanan ke sekolah mungkin saat ini dapat ditempuh dengan cepat dan mudah, karena banyaknya kendaraan yang Kita miliki ataupun melalaui bis sekolah, angkutan kota ataupun transfortasi lainya. sehingga sangat jarang anak-anak sekolah terutama yang di perkotaan pergi ke sekolah dengan berjalan Kaki.

Berbanding terbalik dengan anak-anak sekolah di perkotaan, di pelosok daerah anak-anak sekolah kesulitan untuk pergi bersekolah karena jarak yang jauh dengan medan yang sulit dan berbahaya. Setiap hari mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk pergi sekolah walaupun begitu tampak dari raut wajah mereka semangat untuk bersekolah dan mendapatkan ilmu. Berikut sepuluh perjalanan berbahaya anak-anak pergi ke sekolah di Dunia :

10. Anak-anak Sekolah di Meghalaya, India



Dikenal sebagai salah satu tempat paling basah di Dunia yang menerima 467 inci hujan setiap tahunnya. Tenaga kerja disini dikabarkan berkeja mengenakan payung setiap saat. 

Selama bertahun-tahun penduduk setempat menanam pohon karet  untuk tumbuh menjadi jembatan alami yang kadang kala disebut dengan 'jembatan hidup. Jembatan dari akar karet ini bahkan dapat bertahan lama daripada jembatan kayu lainya. Anak-anak sekolah setiap hari menyebrangi sungai menggunakan jembatan ini.

9. Anak-anak Sekolah di Gulu, China



Desa pegunungan Gulu terletak di tebing yang menjorok cukup jauh dari Dadu River Canyon. Anak-anak dari desa ini berjalan ke sekolah melalui jalur zigzag yang berbahaya di sepanjang tebing yang menjorok ini. 

8. Anak-anak dari Zanskar, India



Anak-anak di Desa ini harus mendaki gunung Himalaya untuk pergi ke sekolah, seperti yang Kita tahu Pegunungan Himalaya memiliki es pada permukaannya, sehingga lapisan es pada permukaannya mungkin terkadang dapat membahayakan,  apalagi anak-anak kecil yang pergi ke sekolah yang sangat berisiko jatuh ke dalam air es yang dingin. 

Jika itu terjadi mungkin nyawa adalah taruhannya. Tapi walau begitu anak-anak dari Desa ini tetap pergi sekolah dengan semangat walau taruhannya nyawa.

7. Anak-anak Sekolah di Lebak, Indonesia



Anak-anak dari Desa Sanghiang Tanjung, Indonesia tinggal di sisi lain dari sungai Ciberang dimana ketika bersekolah harus menyebrangi sungai tersebut. Akses untuk menyebrangi sungai ini hanya menggunakan jembatan rusak yang  tentunya ditakutkan mudah roboh dan dapat membahayakan bagi nyawa mereka. 

Sebetulnya ada jembatan alternatif lain, namun membutuhkan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki, tentu waktu yang diperlukan untuk melewati jalan alternatif lain tersebut dikhawatirkan dapat membuat mereka masuk sekolah kesiangan dan ketinggalan pelajaran, sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan jembatan lama ini walau tanpa alat pengaman sekalipun. 

Mereka berjalan perlahan-lahan di atas jembatan rusak tersebut, terkadang mereka berteriak sepatu mereka lepas. Setelah cerita anak-anak pemberani ini melakuakan perjalanan berbahaya untuk pergi ke sekolah tersebar di seluruh Negeri, akhirnya produsen baja terbesar di Indoensia, PT. Krakatau Steel berkolaborasi dengan beberapa LSM membangun jembatan baru bagi mereka.

6. Anak-anak  Sekolah di New Delhi, India



Sensus terakhir mengungkapakan India menjadi 2 Negara dengan populasi terpadat di Dunia setelah China. Kepadatan penduduk di India berdampak pada kemiskinan dan penderitaan anak-anak yang tak terbayangkan. 

Andong salah satu alat transfortasi di India pada gambar di atas terlihat andong tersebut kelebihan beban dengan anak-anak berpakaian seragam di atasnya. dikarbakan setiap hari anak-anak pergi kesekolah menggunakan andong tersebut, kelebihan beban pada andong dapat menjadi hal yang membahayakan apabila keseimbangannya hilang, tentu akhirnya akan membahayakan bagi nyawa anak-anak tersebut.

5. Anak-anak Sekolah di Zhang Jiawan Vilage, China



Anak-anak disini harus mendaki sejumlah tangga kayu sempit yang sangat berbahaya untuk pergi ke sekolah. Zhang Jiawan Vilage terletak jauh di pegunungan Badagong, India. 

Sebetulnya terdapat jalan lain untuk mencapai sekolah namun membutuhkan waktu setidaknya 4 jam, sehingga mungkin hanya jalan mendaki tangga reyot inilah yang dipilih untuk pergi kesekolah, walau begitu para orang tua tentunya sangat cemas dan khawatir terhadap anak-anak mereka yang harus melewati perjalanan berbahaya untuk pergi ke sekolah.

4. Anak-anak Sekolah di Colombia



The Rio Negro River adalah sebuah lembah yang cukup curam, akses jalan untuk melewatinya hanya menggunakan kabel baja yang menghubungkan ujung lembah dengan ujung lembah dibagian lainya. 40 mil tenggara dari ibu kota Bogota, terdapat hutan hujan dengan hanya beberapa keluarga yang tinggal di dalamnya. 

Kabel baja yang dipasang 400 meter diatas sungai menderu dan memiliki panjang 800 meter. Fotografer Christoph Otto menggambil gambar dari dua bersaudara (Daisy Mora dan kakaknya Jamid) sedang bergelantungan pada kabel baja tersebut dengan kecepatan 50 mil per jam dalam waktu satu menit saja.

3. Anak-anak Sekolah di Cilangkap, Indonesia



Sejak jembatan di atas sungai Ciherang rusak, alternatif jalan untuk pergi ke sekolah hanya melewati sunggai menggunakan rakit bambu. sunggai yang lebar dan cukup dalam, apalagi jika arusnya deras tentu sangat berbahaya bagi kesalamatan anak-anak ini, namun begitu mereka rela menangtang maut untuk pergi ke sekolah dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

2. Anak-anak Sekolah dari Pili, China



Perjalanan anak-anak sekolah di Pili, China sangat berbahaya bagi kesematan, karena melewati jalan melalui pegunungan daerah Otonomi Xninjian Uighur. Beberapa jalur hanya diukir beberapa inci pada sisi curam gunung. 

Dibutuhkan dua hari penuh untuk mencapai sekolah Asrama. setelah melewati gunung tersebut anak-anak sekolah di Pili harus melewati empat sungai beku, menggunakan empat jembatan dengan rantai setinggi 650 ft dan menggunakan papan tunggal yang sangat berbahaya. tapi perjalanan ini mereka lalui agar dapat menempuh pendidikan di Sekolah.

1. Anak-anak sekolah di Sumatra, Indonesia



Bagaimana mungkin anak-anak kecil ini mempunyai keberanian untuk melakukan hal ini, mungkin itulah pertanyaan yang terlintas dibenak Kita, mereka menyebrangi sungai dengan perhalan menggunakan tali tegang bekas jembatan rusak, berjalan 30 kaki di atas sungai yang mengalir deras. 

Setelah melewati sungai mereka melewati hutan sepanjang 7 mil. 20 murid Desa batu Busuk ini telah melakukan tindakan berbahaya yaitu memegang kawat bajak walaupun sedang hujan deras. Para anak pemberani ini mengahadapi cedera bahkan kematian di depannya, hanya untuk pergi ke sekolah dan mendapatkan pendidikan serta ilmu yang mereka inginkan. 

Para orang tua siswa tentunya khawatir saat anak-anak mereka menyebrangi sungai tersebut menggunkan kawat dari jembatan yang rusak, apalagi jika saat itu sedang terjadi hujan yang deras yang mungkin akan menyapu jembatan tersebut dengan sungai yang meluap. Tetapi kurangnya jalan yang baik untuk pergi ke sekolah ataupun ke kota mamaksa mereka untuk menghadapi kematian setiap hari.

Perjuangan anak-anak sekolah yang harus melewati perjalanan yang berbahaya ini, tentu harusnya memompa semangat anak-anak sekolah di perkotaan untuk lebih semangat lagi dan tidak kalah dengan mereka yang berada di pelosok daerah. Mungkin itu saja yang bisa Kita sampaikan semoga informasi mengenai sepuluh perjalanan berbahaya anak-anak pergi ke sekolah di Dunia, dapat bermanfaat bagi Kita semua.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Perjalanan Berbahaya Anak-anak Pergi Bersekolah di Dunia"

Post a Comment